Posts

Monsters University: Kisah Di Balik Sukses Mike dan Sulley di Monsters Inc.

Image
Haloo.. setelah sekian lama ngga sempet cerita apa-apa, sekarang saya sempetin cerita tentang film animasi yang recommended banget buat ditonton sesegera mungkin: Monster University. Well , sebagai seorang pecinta animasi, apalagi yang berbau komedi, saya girang setengah mati begitu film prekuel dari Monster Inc itu akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Jadi meskipun jam kerja padat, saya sempet sempetin buat nonton film satu itu. Mulanya saya pikir dengan adanya segala modus penuaan dini di kalangan bocah bocah masa kini (seperti boyband berlabel ‘junior’ yang isi lagunya malah cinta-cintaan.. aduh..), film animasi sudah tak lagi mendapat tempat di Indonesia (layaknya lagu anak Indonesia yang entah pada ke mana itu looh..), tapi ternyata satu studio penuh! Isinya anak anak semua, teman teman sebaya saya gitu lah.. *kemudian semua muntah* Yah pokoknya, setelah selesai nonton, saya paham kenapa satu studio penuh sesak begitu.. Here we go! (PERINGATAN: tulisan mungkin mengandu...

Kriteria Babi Ngepet

jadi beberapa hari lalu saya ngobrolin tentang babi ngepet sama adik laknat saya. setelah ngobrol itu kita menemukan sejumlah teori tentang babi ngepet. maksudnya gini, kan babi ngepet itu --katanya-- babi jelmaan seseorang yang mencari uang dengan jalan pesugihan. nah, setelah dipikir lagi, saya dan adik merasa bahwa ngga semua orang bisa semudah itu jadi babi ngepet. ada beberapa kriteria yang tidak memungkinkan seseorang buat jadi babi ngepet. misalnya, 1. berambut ikal/keriting orang berambut ikal/keriting itu ngga lolos kriteria jadi babi ngepet. kan ngga lucu aja kalo pas berubah jadi babi, rambut di atas kepala babinya yang seharusnya jabrik lurus malah berubah jadi ikal/keriting. kebayang ngga kalo tahu-tahu ada babi yang ngempet di dinding rumah dengan rambut ikal/keriting di atas kepalanya? aneh pasti.. 2. mata minus orang yang bermata minus atau plus atau silinder dan gangguan mata sejenis itu pastinya ngga disarankan buat jadi babi ngepet. kan ajaib banget kalo...

Hadiah Akhir Tahun 2012: TWEET DIBALAS KEN!

Image
sore sore di tanggal 31 desember 2012 patut jadi hari paling bersejarah buat saya [lebay]. gimana ngga, tweet saya akhirnya dibalas oleh akun twitter official Ken Kitamura sang gitaris L'Arc en Ciel itu!! *jingkrak jingkrak* saya iseng aja ngirimin foto kalender uhuk-pakaian-dalam-wanita-uhuk sambil nanya pendapatnya. walhasil tweet saya dibalas dengan kata-kata ajaib dari dia. hahahahaha! well, jadi ternyata tahun 2012 yang sesungguhnya berlalu datar datar saja itu kemudian ditutup dengan begitu indah dengan adanya balasan dari si Om Ken itu... ufufufufufufuffufufuuu~~~

Mana yang Lebih Cerdas? Si Atheis atau Si Theis?

Bicara mengenai Tuhan memang bukan sekadar obrolan ringan di warung kopi pinggir jalan. Bukan seperti pertanyaan-pertanyaan ringan seputar kabar antar manusia. Tidak seperti, “Hai apakah kamu percaya Tuhan? Percaya? Oke, kalau saya sih tidak. Ya, sampai jumpa lagi. Semoga sehat selalu..”. Bicara mengenai Tuhan akan selalu menjadi perdebatan panjang. Lalu masing-masing akan mulai menghina kepercayaan satu sama lainnya. Antara si theis dan si atheis. Tapi jujur saja, saya sendiri bukan tipe yang senang mencibir golongan lain karena memiliki perbedaan pendapat dengan saya. Misal, jika kamu theis maka saya tidak akan mencibir dengan mengatakan kamu bodoh karena percaya dengan mitos rekaan orang jaman baheula mengenai keajaiban Tuhan yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Atau sebaliknya, jika kamu atheis maka saya tidak akan mencibir dengan mengatakan kamu bodoh karena tidak bisa melihat keajaiban Tuhan Yang Maha Dahsyat itu. Tidak. Sama sekali tidak. Maksud saya begini, a...

Fifty Shades of Grey: Bukan Lemon Biasa

Image
Cover trilogy Shades of Grey karangan E.L James Okaaayyy, setelah entah berapa lama disibukkan dengan tugas akhir, wisuda, puasa, dan lebaran, akhirnya saya kembali menjamah notebook saya! Awalnya saya mau pamer cerita tentang wisuda dan rekan-rekannya di dunia perkampusan sana, plus pamer cerita jalan-jalan ke uhuk-Trans Studio Bandung-uhuk, tapi mendadak saya terdistraksi oleh objek baru yang HOT (pake capslock dan bold biar jelas!) ini. Ya ya ya, trilogy Shades of Grey. Khusus di sini, saya mau bahas sedikit tentang buku pertama nya aja, yaitu Fifty Shades of Grey. karena buku kedua dan ketiga masih proses dibaca (^__________^;;;)\ Well, seperti yang sudah umum diketahui kita bersama (kalo ngga tahu kebangetan, bro. secara belakangan ini detikCom  intens banget bahas Fifty Shades of Grey yang kabarnya bakal segera difilmkan ituu) bahwa novel karya E.L James ini berunsur romans-erotis. Novelnya sendiri memang mengeksplorasi banyak hal tentang seks yang berunsur  BD...

Lunatic Homo-Psychoensis

saya stres. stres akut yang mulai bertransformasi jadi kronis. menjelang sidang yang diakibatkan oleh tuntutan saya untuk lulus dari kampus [halah!]. stres saya merambah ke badan. produksi asam lambung meningkat tajam. mules melulu rasanya. stres saya merajai otak. segala jejalan materi yang berusaha saya masukkan ke sana, dimuntahkan tanpa ampun. stres saya.. menggila. hingga saya bertransformasi jadi jenis manusia baru: LUNATIC HOMO-PSYCHOENSIS. *terdengar lagu Sugar Town mengalun merdu dan ringan dari speaker laptop*

Bahagia itu gratis adanya!

selepas lulus nanti (mudah-mudahan sidang saya ngga seberantakan yang saya pikirkan T__________T), saya memutuskan untuk minggat keluar kota. meski banyak teman, yang saya yakini, mencibir keputusan nekat saya, saya tak lagi peduli. meski banyak yang bilang gaji segitu banyak di ibukota, gaji segitu ngga bakal cukup buat makan sebulan, gaji segitu bla bla bla.. tapi saya tetep ngga peduli. tanpa bermaksud munafik, duit itu.. apa sih sebetulnya?? misal, di ibukota, gaji saya besar, harta berlimpah, dan segala kebutuhan hartawi saya terpenuhi. tapiii, saya harus berjibaku dengan kemacetan di ibukota. dua kali sehari. enampuluh kali sebulan. berjam-jam setiap kalinya. ditemani polusi gila-gilaan. ditambah tumpukan pekerjaan. baru ngebayangin aja saya udah gila! hidup yang kayak gitu yang kalian mau rupanya? aduh, maaf, saya ngga suka. bukan ngga sanggup. tapi ngga suka. saya ngga suka jadi gila di usia muda. saya ngga suka jadi tua sebelum waktunya. tua di jalan maksudnya. jadi, ya, ...